Ditjen PDTu Bahas Pengembangan Energi Alternatif dengan Jerman


  Jumat, 29 Juni 2018 Berita Ditjenpdtu

Jakarta, ditjenpdtu.kemendesa.go.id - Perkembangan industri serta teknologi yang begitu pesat belakangan ini, menjadikan kebutuhan akan energi listrik semakin penting. Keterbatasan sumber energi yang berasal dari fosil tentunya menjadi kekhawatiran global. Berkaca dari hal tersebut energi alternatif sangatlah diperlukan, terutama di daerah-daerah yang belum terjangkau oleh PLN khususnya di wilayah perbatasan dan pulau kecil terluar.

Atas pemikiran tersebut, Kementerian Desa PDTT melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu kemarin (28/6) menerima Walter Schatzl, CEO Holz Energie, salah satu perusahaan penyedia teknologi penghasil energi alternatif dari Jerman.

Pertemuan turut dihadiri Johozua M Yoltuwu, Direktur Jenderal PDTu beserta para Direktur. Johozua menyampaikan bahwa daerah-daerah yang belum mendapatkan aliran listrik dari PLN, membutuhkan ide-ide tentang energi alternatif. “Seperti halnya proyek listrik tenaga surya (Solar Home System) masih terus di kembangkan hingga saat ini” ujar Johozua. Selain itu Biogas dari kotoran ternak juga menjadi salah satu sumber energi alternatif yang terus dikembangan di daerah-daerah tersebut.

Walter Schatzl selaku CEO Holz Energie sendiri memperkenalkan energi yang bersumber dari limbah kayu. Menurut Walter, pengolahan limbah kayu ini dapat dihasilkan sumber panas, guna menggerakkan mesin pendingin dan energi listrik. Melalui penerjemah, Walter mengungkapkan bahwa mesin ini membutuhkan 0,35 m3 kayu per jam dan dapat menghasilkan energi sebesar 125 KWh.

Teknologi energi alternatif yang berkembang belakangan ini diharapkan menjadi solusi permasalahan bagi sumber energi di daerah-daerah terpencil di Indonesia. Dengan tersedianya energi listrik di daerah-daerah terpencil di Indonesia diharapkan dapat menjadi motor penggerak perekonomian yang pada akhirnya bisa mengentaskan mereka dari ketertinggalan secara mandiri.

Pertemuan sediri dilaksanakan di Ruang Rapat Balilatfo Lantai 3 Gedung Utama Kementerian Desa PDTT Kalibata dengan mengundang unit kerja eselon I lainnya. (WST/CHM)