Pegawai Kemendesa Kumpulkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Garut


  Selasa, 07 Nopember 2017 Kegiatan Ditjenpdtu

Jakarta – Para pegawai di lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi khususnya Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, secara sukarela mengumpulkan donasi bantuan untuk diserahkan kepada warga Kabupatan Garut, Jawa Barat, yang sedang terkena musibah bencana banjir bandang pekan lalu (20/09).

Hal itu dinyatakan Ferry Syahminan, Kasubdit Penanganan Daerah Rawan Bencana Wilayah V di Jakarta, Senin (26/9). Ferry menambahkan bahwa bantuan dalam bentuk sekecil apapun sangat dibutuhkan bagi warga yang terkena bencana banjir minggu lalu. Sampai dengan artikel ini diturunkan, BNPB telah mengeluarkan rilis pers bahwa korban meninggal dunia sebanyak 22 jiwa, dan 20 orang sedang dalam proses pencarian.

Menurut Ferry, karena cakupan tugas pokok dan fungsi yang diembannya, Direktorat Penanganan Daerah Rawan Bencana (PDRB) Kemendesa, lebih berfokus pada penanganan pra-bencana dan pasca-bencana. Sedangkan penanganan pada tanggap darurat, saat terjadi bencana, lebih menjadi tugas kementerian dan lembaga-lembaga lain. Seperti: Kementerian Sosial, Pekerjaan Umum, BNPB, dan sebagainya.

Ditemui di tempat yang sama, Aisyah Gamawati, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Teretentu, menambahkan bahwa sudah ada himbauan dari Sekretaris Jenderal Kemendesa untuk secara sukarela mengumpulkan bantuan untuk bencana Garut, meski. “Di lingkungan PDTU, sudah kita edarkan kotak sumbangan,” lanjutnya.

Secara statistik, Indeks Rawan Bencana Indonesia yang dirilis oleh BNPB pada tahun 2013 menempatkan Garut sebagai Kabupaten dengan tingkat kerawanan paling tinggi se Indonesia dengan skor 139. Untuk skala provinsi pun, Garut menepati urutan pertama dari seluruh kabupaten/kota se-propinsi Jawa Barat. Khusus untuk indeks kerawanan bencana banjir Kabupaten garut berada pada kerentanan  tinggi dengan skor 27.

Untuk mengantisipasi dan menurunkan indeks kerawanan tersebut, Direktorat Pengembangan Daerah Rawan Bencana telah mengadakan Workshop Potensi Bencana Daerah Rawan Bencana, di Jakarta. Hasil pertemuan tersebut akan diformulasikan, untuk memperoleh gambaran potensi bencana berbasis wilayah yang kemudian akan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan pengurangan resiko maupun rehabilitas dan rekonstruksi (chm)