Ditjen PDTu Gelar Pelatihan Jitupasna Untuk Daerah Rawan Bencana


  Jumat, 04 Mei 2018 Berita

Yogyakarta, ditjenpdtu.kemendesa.go.id - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (Ditjen PDTu) sejak Selasa (24/4) sampai dengan kemarin (27/4) menggelar pelatihan perhitungan kebutuhan pasca bencana (Jitupasna) dengan mengundang para perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang berada di daerah tertinggal.

 “Pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas aparatur daerah dalam rangka pengelolaan bencana khususnya upaya pengurangan resiko bencana (PRB)” ucap Johozua M. Yoltuwu dalam pembukaannya. Johozua yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (Dirjen PDTu), menekankan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu tools untuk mencermati dan mendata potensi bencana yang ada di daerah. “Pelatihan ini juga diharapkan dapat direplikasi oleh daerah-daerah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman bencana, tentunya dengan tetap mempertimbangkan kearifan lokal masing-masing wilayah”, imbuh Johozua.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Daerah Rawan Bencana, Hasman Ma'ani juga memperkuat apa yang disampaikan oleh Johozua. Hasman menuturkan bahwa pemahaman komprehensif dalam menempatkan PRB sebagai paradigma pembangunan di masyarakat menjadi faktor utama pengelolaan bencana. “Kita perlu memahami mekanisme pengkajian risiko bencana partisipatif agar muncul pehamanan yang sama antar aparatur pemerintah dan masyarakat dalam mengintegrasikan PRB terhadap perencanaan pembangunan  daerah tertinggal yang rawan terhadap bencana”, tambah Hasman.

 “Kegiatan ini kami rancang sebagai rangkaian kegiatan untuk mendukung hari Kesiapsiagaan Bencana yang jatuh pada 26 April 2018 lalu”, ungkap Hasman. Dengan tema besar Siap Untuk Selamat, pelatihan Jitupasna dilakukan dengan dua metodologi pembelajaran, yaitu metode kelas dan praktek lapangan. Kegiatan seperti ini sendiri pada tahun 2018 dilaksanakan sebanyak 3 angkatan dengan lokasi pelaksanaan yang berbeda. “Batam sudah kami gelar minggu lalu, Yogya sekarang ini , dan penutup akan ada di Makasar pada awal Mei mendatang”, tambah Hasman.

 Para peserta akan melihat Hunian Tetap (Huntap) Pager Jurang, yang berada di desa Kepoharjo, Kab. Sleman. Lebih dari 50 peserta dari berbagai institusi hadir, diantaranya BPBD Provinsi DIY, 26 BPBD yang masuk dalam kabupaten daerah tertinggal, para Pendamping Desa tingkat Provinsi DIY, LPBI NU DIY, Karang Taruna Tokoh Masyarakat dan Perguruan Tinggi di Prov. DIY. (chm/chm)