Pengembangan Daerah 3T melalui Pengembangan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia


  Senin, 12 Oktober 2020 Kegiatan Ditjenpdtu

Komitmen pemerintah untuk tetap memprioritaskan pembangunan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) senantiasa menjadi salah satu upaya pemerintah untuk hadir dan membangun bangsa dari pinggiran. Implementasi di lapangan dengan melakukan pembangunan sarana dan seperti elektrifikasi, komunikasi, potensi sumberdaya, air bersih, pendidikan dan kesehatan dan program yang lain berskala desa dan perdesaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah 3T sebagai daerah yang berdaulat serta meningkatkan SDM yang berkualitas untuk kedaulatan bangsa Indonesia.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu, Aisyah Gamawati pada gelaran Seminar daring Pembangunan daerah 3T melalui Pengembangan Potensi Sumberdaya Alam dan Sumberdaya Manusia pada Jumat (9/10) lalu. Aisyah menekankan juga pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan, pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, swasta, dan masyarakat dalam percepatan pembangunan di daerah 3T.

 

Dalam upaya mewujudkan kolaborasi perlu juga memerhatikan penggunaan teknologi. “Kedepannya, teknologi yang digunakan agar berkelanjutan, perlu disesuaikan dengan potensi daerah”, ujar Mego Pinandito, Deputi Jasa Ilmiah LIPI yang menjadi narasumber pada kegiatan ini. Menurutnya pengembangan teknologi tepat guna perlu dikaji secara mendalam agar mampu mengakselerasi pengembangan optimalisasi masyarakat sehingga mampu menopang ekonomi di tingkatan masyarakat. Ia juga menyampaikan bahwa LIPI sangat terbuka untuk bersama-sama berkolaborasi dengan semua pihak untuk mengakselerasi hal tersebut. “LIPI datang, mendengarkan yang dibutuhkan, melakukan transfer teknologi tepat guna serta melakukan pendampingan” ungkap Mego.

 

Penyesuaian potensi dengan teknologi yang digunakan juga disampaikan oleh Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Admintrasi Negara LAN RI, Tri Widodo Wahyu Utomo. Menurutnya ada asumsi dasar yang diyakini kebenarannya dalam upaya pembangunan desa. “Pertama, tidak ada desa yang tidak memiliki potensi sumberdaya alam, semua memiliki peluang yang sama untuk maju, kedua, tidak ada desa yang miskin , yang ada hanyalah desa atau daerah yang belum mampu mengoptimalkan potensi sumberdaya alamnya, ketiga, menemukenali potensi sumberdaya alam yang dimiliki adalah entry point termudah, keempat, kemauan dan kemampuan serta kreatifitas menjadi faktor utama dalam memberikan nilai tambah” terang Tri. Ada beberapa contoh yang sudah diimplementasikan dengan menggunakan kearifan lokal seperti Lodok Cancar, Kopi Batara, Banjarsapa, Twetan, K-LADI, Warung Lestari, Kelimascil maupuan Sedimen Waduk Berkah. Penjelasan lengkap dapat dilihat kembali pada channel youtube ditjen pdtu.

 

Menemukenali potensi desa memang menjadi hal mendasar yang wajib dilakukan oleh setiap daerah atau desa. Itu pula yang disampaikan oleh Taufik Madjid, Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa. “Potensi yang ada di desa harus dimaksimalkan”, ungkapnya. Potensi desa perlu ditemukenali selain untuk peningkatan ekonomi masyarakat juga untuk untuk mendukung pencapaian SDG’s desa sebagaimana beleid penggunaan prioritas dana desa pada tahun 2021. “Pada 2021 ada 4 kebijakan utama terkait penggunaan dana desa, yaitu pertama untuk penanganan dampak covid-19 di desa serta bantuan langsung tunai, kedua mendukung kebijakan strategis nasional seperti desa wisata maupun desa digital, ketiga adaptasi lokal SDG’s di tingkat desa, dan keempat, upaya untuk mendukung aktifitas tatanan kebiasaan baru”, ujar Taufik, yang dalam paparannya diwakili oleh Bito Wikantosa, Direktur Pelayanan Sosial Dasar, Ditjen PPMD Kemendesa PDTT.

 

Taufik juga menekankan pentingnya upaya kolaboratif. “Perlu adanya program yang terintegrasi antar semua pihak termasuk untuk mendorong penguatan pangan lokal di desa baik dengan masyarakat maupun dengan Bumdes atau Bumdesma”, tutup Taufik.

 

Webinar dihadiri lebih kurang 300 peserta yang berasal dari perwakilan organisasi perangkat daerah di seluruh Indonesia dan ditayangkan secara langsung melalui zoom dan youtube kanal ditjenpdtu. (chm)