Sekjen Kemendes PDTT : Indonesia Tanah Surga Pemberian Tuhan


  Selasa, 26 Februari 2019 Berita Ditjenpdtu

Makasar - ditjenpdtu.kemendesa.go.id, “Indonesia merupakan secuil Tanah surga yang diturunkan Tuhan di muka bumi” ungkap Anwar Sanusi, Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), pada Rapat Koordinasi Pengembangan Daerah Pulau Kecil dan Terluar (25/2) “Indonesia memiliki potensi sangat besar namun perencanaannya masih parsial dan belum terintegrasi” tegas Anwar. Ia juga menggarisbawahi bahwa dalam proses penyusunan perencanaan yang terintegrasi diperlukan masterplan atau rencana induk yang mencerminkan pengembangan pulau kecil dan terluar yang berbasis dari bawah dan sesuai dengan kebutuhan. “Kita juga perlu melibatkan swasta dan para pengusaha agar lebih mengakselerasi pengembangan di wilayah-wilayah ini”.

Sekjen PDTT Anwar Sanusi

Tahun 2019 merupakan tahun akhir pelaksanaan RPJMN 2015-2019 dan juga persiapan untuk menuju RPJMN baru 2020-2024. Sesuai dengan mandat yang diberikan, Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu merupakan salah satu unit kerja di Lingkungan Kemendesa PDTT yang memiliki target untuk mendukung upaya percepatan pembangunan daerah tertinggal melalui pemberian bantuan sarana dan prasarana dasar pada daerah tertinggal serta pembinaan dan pengembangan ekonomi lokal pada daerah tertinggal entas dalam 122 kabupaten.

Di kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Aisyah Gamawati mengatakan bahwa posisi daerah terdepan, terkecil dan terluar sebagaimana disebutkan dalam nawacita menjadi perhatian utama dari pemerintahan. “Bukan saja hanya melalui pendekataan keamanan namun juga perlu memperhatikan pendekatan kesejahteraan, dimana daerah 3T sebagai beranda depan NKRI yang berbatasan langsung dengan negara lain” ujar Aisyah.

Untuk tahun ini sendiri Aisyah menjelaskan bahwa unit kerjanya akan mengembangkan sarana dan prasarana desa wisata di 8 kabupaten serta memberikan 4 unit kapal baik kapal penumpang maupun kapal barang, penyediaan sarana air bersih untuk masyarakat di pulau kecil dan terluar, pengembangan produk rumput laut, gula kelapa serta sumber daya garam. “Menyambung apa yang dikatakan oleh Sekjen, potensi Indonesia sangat besar, apalagi daerah-daerah ini menyimpan potensi kekayaan pariwisata yang sangat menarik, oleh karenanya sejak 2015 lalu pengembangan desa wisata sudah kita lakukan dengan menggandeng Kementerian Pariwisata” tutup Aisyah.

Rapat Koordinasi, Sosialisasi Dan Pengendalian Program Pengembangan Daerah Pulau Kecil Dan Terluar dilaksanakan sejak Senin - Rabu, 25-27 Februari 2019. Kegiatan digelar di Makasar, Sulawesi selatan dengan mengundang Kementerian/ Lembaga terkait seperti Kementerian Pariwisata dan Bappenas serta menghadirkan Bappeda dan Unit Teknis dari 20 Daerah Pulau Kecil dan Terluar. (ATP/CHM)