Meriahkan Festival Teluk Jailolo, Kemendes PDTT Gelar Seni Budaya Pranata Adat dan Perdamaian


  Senin, 01 Juli 2019 Kegiatan Ditjenpdtu

Jailolo – 27 Juni 2019, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu melanjutkan gelaran festival Pranata Adat untuk Perdamaian. Digelar bersamaan dengan dengan rangkaian Festival Teluk Jailolo, gelaran ini diawali dengan kirab budaya dan gelar seni budaya pranata adat serta forum dialog pranata adat di Kabupaten Halmahera Barat.

Gelar seni budaya pranata adat dan perdamaian yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat ini dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Aisyah Gamawati. Aisyah menyampaikan bahwa kegiatan yang di gelar oleh pihaknya ini merupakan seri rangkaian dalam upaya untuk merawat perdamaian di Indonesia. “Gelar festival pranata adat biasanya kita tandemkan dengan gelaran dialog forum perdamaian, forum nya akan kami gelar esok (28/6)”, ungkap Aisyah.

Ia berujar bahwa event ini ditujukan untuk mengaktifkan kembali penguatan lembaga kemasyarakatan dan lembaga adat desa. “Kedua lembaga ini harus dipandang sebagai mitra utama pemerintah desa dalam mendorong terciptanya pembangunan yang kondusif, harmonisasi sosial, merawat nilai, tradisi, identitas dan kearifan lokal, khususnya di Kabupaten Halmahera Barat ini”, sambung Aisyah.

Ia juga menyampaikan bahwa dengan merawat kearifan lokal budaya, nilai, dan suasana yang kondusif, akan semakin mempercepat dalam proses pembangunan desa di Indonesia. “Dengan digulirkannya dana desa sejak 2015 lalu, dalam proses membangun sarana dan prasarana baik secara infrastruktur maupun sumberdaya manusia, kita wajib menjaga suasana kerukunan senantiasa kondusif” ujar Aisyah.

Pemanfaatan dana desa sejak digulirkan pada 2015 lalu menunjukkan tren yang positif. Tingkat penyerapan dari tahun ke tahun meningkat. “2015 itu, serapannya 82,07%, 2016 sebesar 97,65%, 2017 sebesar 98,41% dan tahun lalu pada 2018 sudah mencapai 99,03%”, terang Aisyah.  Melansir data dari kemendesa.go.id dalam kurun waktu empat tahun tersebut dana desa telah berhasil membangun jalan desa 191.600 km, embung 4.175 unit, irigasi 58.931 unit, jembatan 1.140.378 m, pasar desa 8.983 unit, sarana olahraga 19.526 unit, bumdes 37.830 unit, tambatan perahu 5.371 unit.

Pada kesempatan yang sama penanggungjawab festival Hasrul Edyar, kembali menegaskan bahwa rangkaian acara festival pranata adat akan pula diisi dengan kegiatan forum perdamaian. “Sebagaimana yang sudah disampaikan oleh bu dirjen, forum perdamaian merupakan satu kesatuan dalam setiap penyelenggaraan festival”, ungkap hasrul yang juga menjabat sebagai Direktur Penanganan Daerah Pasca Konflik ini.

Festival yang masuk dalam rangkaian festival teluk Jailolo ini masih akan diigelar sampai dengan Jumat 28 Juni mendatang. Sederet hiburan dan kesenian mulai dari lain ada kirab budaya, ritual penaikan atap sasandu, pranata adat dan perdamaian, Halbar expo, fun dive, theater kuliner 7 suku asli, ritual orom sasandu, pesta tani, sound of halmahera dan ditutup dengan kegiatan dialog pranata adat dan perdamaian. (CHM/ATP)