Kemendesa PDTT Perkuat SDM Daerah Untuk Tingkatkan Ketahanan Pangan


  Rabu, 31 Juli 2019 Kegiatan Ditjenpdtu

Yogyakarta – 30 Juli 2019 -  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah tertentu menggelar bimbingan teknis bagi para aparatur daerah untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan dan pemanfaatan pangan lokal di Yogyakarta (30/7).

 

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemendesa PDTT, Anwar Sanusi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam pengenalan, tantangan, potensi dan pengembangan sumberdaya pangan serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan penguasaan teknologi bagi aparatur daerah pendamping dalam pengelolaan sumberdaya air.

 

Anwar mengemukakan bahwa pertemuan ini memiliki makna strategis dalam peningkatan ketahanan pangan. “Saya memandang pertemuan kali ini memiliki makna strategis untuk membangun komitmen bersama agar nantinya kita mendapat yang terbaik dari output dan outcomes kegiatan tahun 2019, khususnya ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan ketahanan pangan melalui pembangunan embung dan produk unggulan kawasan perdesaan”, ucap Anwar.

 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Aisyah Gamawati menyampaikan bahwa sejatinya unit kerjanya melalui Direktorat Penanganan Daerah Rawan Pangan sejak 2015 lalu telah memberikan fasilitasi berupa 18 embung (Kab. Nias Utara 2016, Kab. Seram Bagian Timur 2016, Kab. Aceh Singkil 2017, Lombok Timur 2017, Timur Tengah Selatan 2017, Kab. Sambas 2017, Kab. Jeneponto 2017, Kab. Seram Bagian Barat 2017, Seram Bagian Timur 2017, Kab. Keerom 2017, Kab. Sumba Barat 2018, Sumba Tengah 2018, Kab. Maluku Tengaara Barat 2018, Kab. Buru Selatan 2018, Kab. Tambrauw 2018, Kab. Keerom 2018, Kab. Wearopen 2018, dan Kab. Nabire 2018), 4 gudang pangan dan lantai jemur (Kab. Lombok timur 2017, Kab. Sumba Barat 2018 dan Kab. Sumba tengah pada 2018 dan 2019), serta 6 sarana prasarana produksi pasca panen (Kab. Sorong selatan 2018, Kab. Seram Bagian Timur 2018, Seram Bagian Barat 2017, Kab. Lombok Timur 2015). “Kami memahami bahwa peningkatan sumber daya manusia pengelola juga menjadi faktor penting dan utama dalam menciptakan keberhasilan sebuah program. Untuk apa diberikan fisiknya jika memang pengelola belum mampu mengoperasikan secara benar ?, inilah fungsi dari bimtek sepert ini” tegas Aisyah.

 

Ketahanan pangan merupakan isu strategis dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi serta kesejahteraan masyarakat yang dapat mempengaruhi kestabilan ekonomi, sosial dan politik. Peraturan Pemerintah No 68 Tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan sebagai turunan Undang Undang No 7 tahun 1996 menegaskan bahwa untuk memenuhi kebutuhan konsumsi yang terus berkembang dari waktu kewaktu,  upaya penyediaan pangan dilakukan dengan mengembangkan sistem produksi pangan yang berbasis pada sumberdaya, kelembagaan, dan budaya lokal, mengembangkan efisiensi sistem usaha pangan, mengembangkan teknologi produksi pangan, mengembangkan sarana dan prasarana produksi pangan dan mempertahankan dan mengembangkan lahan produktif.

 

Bimbingan teknis diselenggarakan di Daerah Istimewa Yogyakarta sejak 29 Juli lalu dan akan ditutup pada hari ini (31/7). Tercatat perwakilan dari 17 kabupaten mulai dari Kab. Sleman, Kab. Nias Selatan, Kab. Nias Barat, Kab. Kapulauan Morotai, Kab Manggarai Timur, Kab. Sumba Barat, Kab. Sumba Tengah, Kab. Seram Bagian Barat, Kab. Seram Bagian Timur, Kab. Buru Selatan, Kab. Kepulauan Tanimbar, Kab. Sorog Selatan, Kab. Raja Ampat, Kab. Nabire, Kab. Tambrau, Kab. Maluku Tenggara Barat, hingga Kab. Waropen turut hadir dalam kegiatan ini. Rangkaian bimtek ditutup dengan kunjungan lapangan di Embung Nglanggeran yang berlokasi di kecamatan Patuk, kabupaten Gunung Kidul. (CMH/ATP)