Ditjen PDTu Kemendesa PDTT Kumpulkan Data Potensi Lokal Daerah Perbatasan


  Senin, 21 Oktober 2019 Kegiatan Ditjenpdtu

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu tengah menyusun Business Plan dan pengumpulan Data Informasi Pengembangan Produk Unggulan Daerah Perbatasan.

Kegiatan diselenggarakan dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) salah satunya di Kabupaten Malaka, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam kegiatan FGD yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Malaka, Kamis (17/10/2019) itu, Kepala Sub Direktorat Pengembangan Daerah Perbatasan Wilayah II, Ir. Alin Yurianto Gagariandi, M. Si menyampaikan bahwa kegiatan diskusi yang dikemas dalam FGD ini bertujuan menyampaikan rencana kerja Kementerian terkait Penyusunan Bussines Plan dan Data Informasi Pengembangan Produk Unggulan Daerah Perbatasan Tahun 2019. 

“Dari diskusi ini juga kementerian mengharapkan adanya masukan, usul dan saran dari peserta yang mewakili pemerintah guna dibahas lebih lanjut di tingkat kementerian” imbuh Alin. Menurut Alin, Kabupaten Malaka memiliki produk unggulan yang harus dikembangkan demi pertumbuhan ekonomi di daerah perbatasan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Malaka, Donatus Bere memberikan gambaran tentang sejumlah produk unggulan Kabupaten Malaka seperti jagung, bawang merah dan pisang. 

“Di Malaka kita memiliki program produk unggulan dengan nama Revolusi Pertanian Malaka (RPM) yang dikembangkan bersama antara Pemkab Malaka dan pemerintah pusat di daerah perbatasan” terang Donatus Bere.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa ada sejumlah produk unggulan yang sudah masuk dalam granddesain program RPM yang dicetuskan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran. Diantaranya, jagung, bawang merah pisang, ubi kayu dan kacang hijau. “Dari sekian produk unggulan ini ada yang bisa kembangkan secara bersama-sama antara pemerintah Kabupaten Malaka dan pemerintah pusat. Oleh karena itu, FGD ini menjadi agenda penting yang perlu dimanfaatkan secara baik” sambung Bere. Ia memandang bahwa terdapat visi yang sama antara Pemerintah Kabupaten Malaka dan pemerintah pusat agar produk unggulan di Malaka perlu dikembangkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan.

"Kita punya satu tekad untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi di daerah perbatasan. Tentu, sebuah pertumbuhan ekonomi ini kita harus menyiapkan bahan baku yang akan kita kembangkan", tutup Bere.