Berikan Perahu Karet, Kemendes PDTT Latih Swift Water Rescue Warga Terdampak Banjir


  Kamis, 16 Januari 2020 Berita Ditjenpdtu

LEBAK - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memberikan dua unit perahu karet dan perlengkapannya untuk korban terdampak banjir bandang di Desa Calung Bungur dan Desa Bungur Mekar Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (15/1/2020). Perahu karet ini akan digunakan untuk evakuasi pengungsi sakit dan distribusi bantuan seperti sembako, pembalut, dan kebutuhan pengungsi lainnya.

Direktur Penanganan Daerah Rawan Bencana (PDRB) Kemendes PDTT, Hasman Ma`ani mengatakan, perahu karet yang diberikan tersebut adalah permintaan langsung dari masyarakat setempat. Pasalnya, jembatan penghubung sebagai akses utama masyarakat telah hanyut akibat banjir bandang beberapa waktu lalu.

"Tanggal 8 januari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar datang kesini, warga minta untuk penyeberangan karena jembatan banyak yang putus. Lalu kita juga berikan Al Quran, sarung, dan mukenah sesuai permintaan warga. Alhamdulillah amanah pak menteri ini sudah disampaikan (kepada warga) sesegera mungkin," ujarnya.

Sebelum digunakan, Kemendes PDTT bekerjasama dengan Mapala UI dan Federasi Arum Jeram Indonesia (FAJI) Banten, memberikan pelatihan Pengenalan Perahu Karet dan Teknik Penyelamatan (Swift Water Rescue) kepada pendamping desa dan warga setempat.

Menurut Hasman, pelatihan yang dilakukan selama dua hari ini sengaja dilakukan, untuk memastikan keamanan selama perahu karet tersebut digunakan.

"Ada kelas teori yang kita berikan, kemudian langsung latihan bagaimana mengendalikan operasional perahu karet. Pesertanya dari dua desa yang terdampak, yakni desa Calung Bungur dan Bungur Mekar," ujarnya.

Di sisi lain, menurutnya, pendamping desa juga telah mendirikan sebanyak 9 posko penanggulangan bencana di Kabupaten Lebak. Posko tersebut, lanjutnya, adalah upaya antisipasi pendamping desa untuk melakukan evaluasi korban banjir di daerah setempat.

"Saya juga minta kepada pendamping desa bersama-sama dengan perangkat desa untuk menggunakan perahu karet ini sebaik mungkin dan berkomitmen untuk melakukan pemeliharaan," ujarnya.

Kepala Desa Bungur Mekar, Makmun mengatakan, perahu karet yang diberikan tersebut adalah sesuai permintaannya. Ia juga mengapresiasi Kemendes PDTT yang tidak semata-mata memberikan perahu karet, namun juga membekalinya dengan pengetahuan pengoperasian dan perawatan perahu karet.

"Memang saya minta perahu. Bantuan alhamdulillah sudah banyak masuk," ujarnya. JURNAS.COM