Kemendesa PDTT - TNI AD Jajaki Kerjasama Pengembangan Desa Tertinggal


  Jumat, 07 Februari 2020 Kegiatan Ditjenpdtu

Jakarta (7/2), Dalam upaya pencapaian target meningkatkan desa tertinggal menjadi mandiri sebanyak 22 ribu desa pada akhir tahun 2024, Kemendesa PDTT jalin kerjasama dengan berbagai pihak salah satunya dengan TNI AD.

Anwar Sanusi, Sekjen Kemendesa PDTT didampingi oleh Aisyah Gamawati (Dirjen PDTu), Lina Sulistyorini (Dirjen PKP), Eko Sri Haryanto (Kepala Balilatfo) pagi tadi menerima Staf Ahli KSAD Bidang Sosial dan Budaya, Brigjen Amalsyah dan Kapok Sahli Kasad Bidang Ideologi dan Politik Brigjen Syaiful Ilyas Syaiful.

Kedua institusi sepakat untuk mensinergikan pembangunan desa-desa khususnya yang masih berada dalam status sangat tertinggal dan tertinggal dengan rencana pelibatan satuan-satuan teritorial TNI yang berada di daerah dalam pembangunan di desa.

“Kerjasama yang dinisiasi oleh TNI AD ini perlu dilakukan action segera, kita akan bentuk tim bersama untuk menyusun panduan yang dapat menjadi acuan jajaran TNI AD di daerah dalam melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan wilayah desa seperti Tentara Manunggal Membangun Desa dan Bhakti TNI, yang tujuannya akan turut membuat desa menjadi lebih berkembang” terang Anwar.

Senada dengan Anwar, Brigjen Amalsyah juga mengharapkan kerjasama ini dapat segera dilaksanakan. “Melalui indikator desa dan daerah tertinggal yang dimiliki oleh Kemendesa PDTT, kami ingin saling bersinergi agar progra-program TNI AD dapat lebih tepat sasaran dan juga mendorong peningkatan status desa dimana program-program TNI AD dilaksanakan” ujar Amalsyah.

Dalam waktu dekat ini kedua institusi sepakat akan segera merampungkan perjanjian kerja bersama dan akan melakukan sosialisasi awal di empat wilayah yaitu Kaimana, Hulu Sungai Utara, Pohuwato dan Lombok Barat.