Kearifan Lokal Untuk Ketahanan Pangan Nasional


  Kamis, 01 Oktober 2020 Program Ditjenpdtu

Jakarta - ditjenpdtu.kemendesa.go.id, Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki ragam tanaman unggulan lokal yang dapat diandalkan pada segala situasi dan menjadi alternatif sumber pangan selain beras. Hal ini disampaikan oleh Aisyah Gamawati, Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu pada Webinar Pemanfaatan Pangan Lokal Berkelanjutan Seri 2 yang digelar kemarin (30/9). 

 

Webinar ini digelar untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa Indonesia memiliki banyak potensi sumber pangan pokok lain yang dapat menggantikan beras, sesuai dengan kearifan lokal masing-masing, contohnya adalah Jagung dan Umbi Porang. Kedua jenis pangan ini pun dapat dikonsumsi langsung maupun diolah menjadi berbagai produk turunan serta memiliki kandungan gizi yang baik untuk tubuh.

 

Gelaran ini menghadirkan serangkaian narasumber, seperti dari Kementerian Pertanian yaitu Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Andriko Noto Susanto yang menekankan empat program dalam masa adaptasi kebiasaan baru ini, yaitu, peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal, penguatan cadangan pangan dan pengembangan pertanian modern. 

 

Hadir pula praktisi yang terjun langsung dalam pegembangan kedua komoditas ini. Pertama adalah Supariyo yang sudah cukup lama menggeluti produk olahan Jagung. Pria asal madiun ini menggeluti produk olahan jagung karena pertama memiliki gizi yang tinggi, mudah didapat, mudah dibudidayakan dan harganya ekonomis.

 

Selain Supariyo, hadir pula Tinar, pelaku UMKM muda dari Madiun. Tinar mengembangkan serangkaian produk olahan jagung dengan brand Songgajah. Cukup menarik bahwa, Tinar mampu mendayagunakan sumberdaya lokal dan mengembangkan perekonomian masyarakat sekitar secara maksimal.

 

Terakhir, Paidi, yang sudah cukup lama menggeluti bisnis umbi porang menyampaikan kisah suksesnya menggeluti bisnis ini. Pria yang sudah seringkali muncul di media-media nasional ini mendorong agar lebih banyak orang mengembangkan budidaya ini karena daya tahan tumbuhan ini sangat kuat di berbagai cuaca serta mampu menambah pundi-pundi petani dan memberdayakan potensi lokal daerah.

 

Tercatat lebih dari 230 partisipan turut hadir dalam webinar yang juga didukung oleh Bank BNI dan Bank BJB (CHM)